Saya heran, kenapa sampai sekarang dia masih terus berharap pada perempuan itu. Harapan yang tidak pasti antara apa dan tiada. Dia berkata bahwa memang perempuan itu memiliki segala yang dibutuhkannya. Kematangan dan kemandirian itu yang selama ini dikaguminya. Tapi, perempuan itu punya sesuatu yang tak mungkin ditinggalkannya. Seharusnya dia juga tahu bahwa karena sesuatu itu terus mengikuti perempuan itu, tak mungkin dia bisa bersamanya. Itu sebabnya kemudian dia berpaling padaku. Hampir setiap malam dia bersamaku, membisikkan kata-kata manis yang membuatku melayang. Biarlah waktu yang menjawab.
Saya heran, kenapa kamu sampai sekarang masih terus berharap pada saya. Harapan yang tidak pasti antara apa dan tiada. Kamu berkata bahwa saya memiliki segala yang kau butuhkan. Kematangan dan kemandirianku itu yang selama ini kau kagumi. Tapi kamu juga tahu bahwa aku punya sesuatu yang tak mungkin kutinggalkan. Seharusnya kamu juga tahu bahwa ada sesuatu yang terus mengikutiku. Tak mungkin kamu bisa bersamaku. Aku juga tahu kamu berpaling pada perempuan lain itu. Aku tahu hampir setiap malam kamu bersamanya, membisikkan kata-kata manis yang membuatnya melayang. Biarlah waktu yang menjawab.
Saya heran, kenapa sampai sekarang saya masih berharap padanya. Harapan yang tidak pasti antara apa dan tiada. Tapi dia memang memiliki segala yang saya butuhkan, terutama kematangan dan kemandiriannya yang selama ini saya kagumi. Tapi saya juga tahu dia punya sesuatu yang tak mungkin dia tinggalkan. Seharusnya saya tahu bahwa ada sesuatu yang terus mengikuti dia. Tak mungkin saya bisa bersama dia. Itulah alasan saya berpaling padamu. Hampir setiap malam saya bersamamu, membisikkan kata-kata manis yang membuatmu melayang. Biarlah waktu yang menjawab.
Posted in Uncategorized | No Comments »